Berita Desa 24 Januari 2024 ≈ 6 menit baca Baru dipublikasikan

Rembuk Stunting Desa Bungko, Lintas Sektor Bersatu Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Rembuk Stunting Desa Bungko, Lintas Sektor Bersatu Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

BUNGKO.ID - Pemerintah Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Rabu, 24 Januari 2024. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa bersama berbagai pihak dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Desa Bungko.

Rembuk Stunting merupakan forum strategis untuk membangun kesepahaman sekaligus menyatukan komitmen lintas sektor dalam menangani persoalan gizi dan kesehatan masyarakat. Melalui forum ini, berbagai permasalahan yang berkaitan dengan stunting dibahas secara bersama untuk kemudian dirumuskan menjadi program dan langkah konkret di tingkat desa.

Desa Bungko sendiri merupakan wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pemerintah desa mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dibuka Camat Kotamobagu Selatan

Kegiatan Rembuk Stunting Desa Bungko dibuka secara resmi oleh Camat Kotamobagu Selatan. Forum tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur Bappelitbangda Kota Kotamobagu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kotamobagu, Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, pendamping desa, TP PKK, bidan desa, kader kesehatan, aparat pemerintah desa, serta unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Kotamobagu Selatan menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat.

Stunting merupakan isu penting yang harus mendapatkan perhatian serius karena berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, upaya pencegahannya perlu dilakukan sedini mungkin, terutama sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak.

Camat juga mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Bungko yang secara proaktif melaksanakan Rembuk Stunting sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi dan menyusun langkah bersama.

Menjadi Bagian dari Perencanaan Pembangunan Desa

Rembuk Stunting Desa merupakan salah satu bagian dari mekanisme perencanaan pembangunan desa yang memberikan perhatian khusus terhadap persoalan kesehatan, termasuk pencegahan dan penanganan stunting.

Melalui forum tersebut, pemerintah desa bersama para pemangku kepentingan dapat melakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.

Hasil identifikasi kemudian menjadi dasar dalam menentukan program prioritas serta membangun komitmen bersama agar intervensi pencegahan stunting dapat dilakukan secara terpadu.

Konsep tersebut menempatkan desa sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan program pencegahan stunting karena pemerintah desa memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Sejumlah Program Prioritas Disepakati

Dalam Rembuk Stunting Desa Bungko, pemerintah desa bersama peserta forum menyepakati sejumlah program yang akan menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting.

Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain pengadaan vitamin dan susu untuk balita, pelaksanaan pertemuan rutin terkait stunting, serta pemberian makanan tambahan melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran, khususnya balita yang berada dalam masa pertumbuhan.

Selain intervensi terhadap aspek gizi, pemerintah desa juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan.

Peningkatan kualitas sanitasi melalui pengelolaan jamban sehat serta penyediaan akses air bersih menjadi bagian dari program yang turut didorong.

Hal tersebut penting karena lingkungan yang tidak sehat, sanitasi buruk, dan keterbatasan akses terhadap air bersih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang pada akhirnya dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Puskesmas Motoboi Kecil Perkuat Pendampingan

Dalam kesempatan tersebut, pihak Puskesmas Motoboi Kecil turut memaparkan sejumlah program kesehatan yang akan mendukung upaya Pemerintah Desa Bungko.

Program tersebut di antaranya pelaksanaan Posyandu secara rutin untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan ibu nifas, serta penyuluhan mengenai pencegahan stunting.

Tenaga kesehatan juga akan memberikan dukungan berupa vitamin, susu, dan makanan tambahan kepada kelompok sasaran sesuai dengan program yang dijalankan.

Pemantauan secara rutin menjadi penting agar apabila ditemukan masalah pertumbuhan pada anak, langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Pencegahan Stunting Harus Dilakukan Bersama

Tenaga kesehatan yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial.

Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan, mulai dari pola asuh anak, kecukupan asupan gizi, kesehatan ibu selama kehamilan, sanitasi lingkungan, hingga ketersediaan air bersih.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri,” ujar salah satu perwakilan Puskesmas dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program pencegahan stunting sangat bergantung pada kolaborasi dan konsistensi seluruh pihak.

Edukasi Masyarakat Terus Diperkuat

Rembuk Stunting juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait pola makan bergizi dan seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian makanan yang sesuai kebutuhan anak, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Peran keluarga juga sangat penting karena sebagian besar proses tumbuh kembang anak berlangsung di lingkungan keluarga.

Orang tua diharapkan aktif membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan pemantauan pertumbuhan serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia.

Sejalan dengan Program Nasional

Upaya yang dilakukan Desa Bungko juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting secara nasional.

Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga menjalankan intervensi spesifik dan sensitif untuk menangani berbagai faktor yang berhubungan dengan stunting.

Intervensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemberian layanan kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup aspek sanitasi, air bersih, penguatan keluarga, edukasi, serta berbagai program perlindungan sosial dan pembangunan manusia.

Dengan demikian, penanganan stunting membutuhkan pendekatan lintas sektor dan tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan.

Desa Bungko Targetkan Program Berkelanjutan

Pemerintah Desa Bungko diharapkan dapat terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah disepakati melalui Rembuk Stunting.

Evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana program berjalan serta apakah intervensi yang diberikan telah memberikan dampak kepada masyarakat.

Data dari Posyandu, kader kesehatan, tenaga medis, dan pemerintah desa juga menjadi penting sebagai bahan untuk menentukan kebijakan dan program selanjutnya.

Pelaksanaan program secara konsisten diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Bungko.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Rembuk Stunting Desa Bungko pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama.

Pemerintah desa, Puskesmas Motoboi Kecil, kader kesehatan, PKK, pendamping desa, perangkat daerah, serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan program pencegahan stunting berjalan dengan baik.

Dengan kolaborasi yang kuat, pemantauan yang berkelanjutan, serta dukungan masyarakat, berbagai program yang telah direncanakan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata.

Pemerintah Desa Bungko pun berkomitmen untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan desa.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pada akhirnya, keberhasilan pencegahan stunting bukan hanya tentang menurunkan angka prevalensi, tetapi juga tentang membangun fondasi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Melalui kerja sama seluruh pihak, Desa Bungko diharapkan mampu mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, cerdas, dan berkualitas, serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Jumlah Pembaca
0 kali dilihat
Informasi ini merupakan bagian dari dokumentasi kegiatan dan pemberdayaan keluarga TP PKK Desa Bungko. Lihat juga 10 Program Pokok PKK, struktur pengurus, dan UMKM binaan.